Dewi Persik Want To Compete With “INUL”

Dewi persik sekarang lagi jadi bahan pembicaraan sebagian blogger di indonesia, walaupun ga semua mau ngebahas mahluk yang ini. Dengan adanya perda larangan bagi sang pengoyang panggung dan iman ini di tangerang, banyak media mengekspos berita ini sebagai bahan perbincangan. Sebenarnya kemana ahlak wanita yang katanya anak haji dan dulu seorang yang suka menyenandungkan alquran dengan suara indah. Apa dewi persik telah kehilangan pegangan dalam hidupnya? banyak pertanyaan yang selalu muncul dalam benak saya ataupun pembaca mungkin, kenapa sih kalo kebebasan yang kita dapat sekarang ini digunakan sebagian artis kita untuk mempertahankan pendapatnya, bahwa bebas itu ya bebas goyang, pake baju transparan, BH diluar, dan sebagainya. ( Kenapa ga sekalian telanjang aja) huuhhh.. jaman udah modern, baju udah ada, tapi kok banyak yang ga mau pake baju ya…. Apa mungkin dewi persik juga ingin masuk majalah “time” kaya dulu inul yang mbooming banget karena goyang “Ngebornya”?. supaya bisa go internasional gitu..?. Apa hanya cari sensasi sesaat saja, supaya jangan tenggelam setelah ditinggal suaminya?. ga tau juga tuh. Sebenernya sih males buat bahas ginian tapi, perlu di luruskan, Saya ga bilang benci sama dewi persik ataupun artis yang lainnya, tapi tolong dong untuk sedikit memperhatikan jika semua tingkah lakunya di panggung itu dilihat jutaan orang, baik yang langsung ataupun liat di TV (Karena anda tuh artis lohh). banyak berita yang saya baca tentang efek dari goyangnya, contohnya? ya banyak..dari mulai pemerkosaan oleh bapak kepada anaknya, anak SD perkosa anak berusia 5 tahun, bahkan kakek2 cabulin anak 3 tahun karena ga tahan ngeliat goyangan mbak yang yang satu ini, bahkan juga berakhirnya dengan pembunuhan, ingat saya ga menuduh karena  artisnya ya, (Cuma ingin mengingatkan). nah oleh karena itu tolong juga dibantu oleh artis kita supaya hal2 kaya gini tidak terjadi lagi, dan juga tolong jangan menjadikan alasan kata-kata” aaah itu sih otaknya aja yang victor (alias pikiran kotor), ya kalo ga ngeliat baju transparan, goyang, maat “pantat” depan muka dan depan kamera. gimana ga akan mau berpikiran kotor? semua orang punya mata dan semua perbuatan biasanya awalnya dari mata. jangankan anak-anak muda belia, orang tua pun, atau yang berkopiah haji sekalipun mungkin akan “victor” kalo ngeliat kaya gitu. ya kalo yang dewasa mungkin masih bisa meredam nafsunya, kadang ada sebagian juga yang g bisa seh, Nah kalo anak-anak muda? ya di telanlah apa yang mereka lihat dan mereka dengar dengan mentah-mentah, yang efeknya seperti tadi saya bilang. Dan memang ga sedikit juga media yang menayangkan hal-hal yang sangat tidak mendidik sehingga banyak kejadian yang tidak kita harapkan. Coba bayangkan kejadian itu nimpa diri kita, keluarga, saudara, tetangga,… kan ngeri tuh, kasihan masa depannya. Kebebasan mencari rezeki itu hak manusia, tapi harus dilihat cara dan dampak dari apa yang telah kita lakukan untuk mencari sesuap nasi tersebut. Janganlah perbuatan kita untuk mencari rezeki, jadi melahirkan perbuatan yang tidak kita inginkan.

Tapi mungkin ini adalah akhir jaman, dimana semua yang buruk akan melanda kita semua, semoga kita selalu ada di dalam lindungan yang maha kuasa Allah Swt.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s